I want a Family Part 1/2


Title : I want a Family”

Author: Ripah46

Main Cast: Kim bum, Kim so eun, Kim tan (AU,nama untuk anak mereka).

Other Cast: yoona (snsd).

Genre: Family, Romance.

Rate : T-M (M untuk gaya bahasa)

Disclaimer: semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik,pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum,Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.
image

Chapter 1

Happy reading!

[ Kim so eun Pov]

“Ibu bangun!!” Teriaknya di telingaku, rasanya badan ini ingin terus meringkuk di ranjangku yang empuk ini.

“Ibu!!!, hari ini aku sekolah!!” Teriaknya lagi, oh anaku yang rajin. Namanya Kim tan, usianya baru 6 tahun.
image
“Ne, ibu bangun sayang” ucapku ogah-ogahan bangkit dari tidurku dan memandangnya.

“Cepatlah bangun ibu! Aku tak mau terlambat!” Oh dia benar-benar cerewet seperti ibuku.

“Ya, ya.. kau sudah mandi huh?” Terlihat pakaiannya sudah rapi.

“Ya, aku sudah siap. Cepatlah ibu! Kau akan membuatku terlambat!” Geramnya.

Tak.. ku sentilkan jariku di jidatnya.

“Kau tahu kan peraturan ibu?”

“Heh, ya maaf”

“Bisa kau sebutkan?”

“Aku tak boleh berbicara kasar pada ibu ”

“Bagus!, baiklah kau tunggu di bawah. Ibu akan bersiap” aku beranjak pergi ke kamar mandi dan Anaku pergi ke luar.

******

“Bagaimana di sekolahmu eoh?” Tanyaku di sela-sela kami memakan pancake rasa strawbery.

“Ya, cukup menyenangkan” jawabnya malas-malasan.

“Hanya menyenangkan?” Tanyaku mengintrogasinya.

“Tidak. Terkadang menyebalkan.. banyak anak perempuan yang mencari-cari perhatian padaku!,kau tau ibu, itu sangat menyebalkan!” sepertinya moodnya cukup buruk.

“Oh tuhan, ibu rasa kau sudah cukup terkenal ya? Tapi kurasa itu pantas, karena kau sangat tampan!” Ujarku, ya Anakku memang tampan.

“Apa ketampananku mirip dengan ayah?”

“Tidak.. hmmm kurasa ya”

“Ibu! Jawab yang benar!”

“Kau pasti mengetahuinya kan?, kau sering berhubungan dengan’nya’ ya kan?”

“Aku hanya mengobrol lewat telepon ibu! Dan lagi aku hanya tahu wajah ayah dari foto”

“Ya, kau memang mirip dengan ayahmu” jujurku, Oh dia memang tampan mirip dengan si brengsek itu!

“Kapan aku bertemu ayah?” Pertanyaan sialan itu lagi.

“Mungkin nanti” ucapku sambil tersenyum.

“Selalu itu jawaban ibu!” Kesal kim tan.

“Dan selalu itu pertanyaanmu” balasku.

“Bersiaplah, kita berangkat!” Lanjutku lalu berdiri dan mengambil kunci mobilku.

Saat tiba di luar rumah, tetangga sialan itu sudah berdiri di ujung pagar rumahku dan berjalan menghampiri kami bersama anak lelakinya, je su. Oh aku sudah tahu apa yang akan terjadi!

“Selamat pagi nyonya Kim” ia berbasa-basi menyapaku.sungguh aku tak suka di panggil nyonya kim!

“pagi nyonya Park” balasku.

“Tidak keberatan kah anaku menumpang di antar nyonya kim?” ucapnya seraya tersenyum manis.

“Selalu tidak keberatan nyonya Park” balasku, ku sunggingkan senyum manis buatan.

“Oh anda sungguh baik, terimakasih banyak” ucapnya.

“Ya, jangan sungkan” Oh basabasiku terlalu berlebihan.

“Baiklah, ibu berangkat dulu ya je su-yaa ” ucap ibunya lalu pergi.

Ibu macam apa dia itu menitipkan anaknya, sedangkan dia sendiri bisa mengantarnya kesekolah.

“Ayo nyonya Kim! Kita bisa terlambat!” Kesal je su lalu berjalan kearah mobilku.

“Haha kau benar, ayo!” Aku tertawa hambar mencoba menahan emosiku.

“Ini seperti siput, lambat sekali!” Ujar je su.

“Kau tidak lihat, ini sedang macet” balasku tersenyum ramah.

“Mungkin dia lapar! Bu.” Ujar kim tan.

“Tentu saja tidak! Aku sudah sarapan. Nyonya kim saja yang menyetirnya seperti siput!” Kilah je su.

“Hmm benar juga!, ibu berangkat terlalu siang!” Ujar kim tan. Sialan! Mereka memojokanku! Sungguh ingin rasanya ku buang mereka di jalan, Tapi sayang sekali jika anak setampan kim tan ku buang di jalan, pasti banyak orang berebut untuk memungut nya dan lagi pasti ayahnya akan membunuhku.

Setelah 30 menit akhirnya sampai di sekolahnya

“Sepulang kerja nanti ibu akan terlambat menjemputmu, tak apa kan?” Ujarku sebelum kim tan melangkah keluar.

“Bukannya itu kebiasaan ibu?” Ujarnya dingin.

“Haha kau benar. Sebelum ibu datang kau jangan kemana-mana oke?” Ujarku.

“Ya, ibu”

Chup.. ku cium pipinya.

“Ibu!” Marahnya, lalu pergi bersama se ju meninggalkanku.

*****

“So eun-ssi! Good morning!” Sapa sahabatku yoona.

“Morning” balasku.

“Kopi?” Tawarnya.

“Cappuchino sepertinya enak” balasku. Lalu yoona menyodorkanku segelas cappuchino kesukaanku.

“Hey kau tahu so eun-ssi?”

“Apa?”

“Kim bum dan suamiku sudah pulang pagi ini” ucap yoona tersenyum.

“Apa urusannya denganku?”

“Kau kan sudah lama tidak bertemu? Dan lagi bukannya anakmu ingin bertemu dengannya?” Tanya yoona.

“Ya” ujarku datar.

Jam sudah menunjukan pukul 16.30 sore. Sial! Sepertinya aku akan terlambat lagi.

Kulajukan mobilku menuju sekolah kim tan dengan kecepatan penuh, aku merasa berada di film fast + Furious saja!

Sepulang sekolah Kim tan tak langsung pulang, tapi ia sudah biasa ku titipkan di sekolahnya, ya banyak anak-anak juga di titipkan di sana. Hanya saja aku harus mengeluarkan bayaran lebih. Dan pulang sekolah pukul 16.00 sore.

Ckitt dalam beberapa menit aku sudah sampai di gerbang sekolahnya.

Aku keluar dari mobil dan mencari kim tan, biasanya ia menungguku di gerbang sekolah. Apa aku terlalu lama? Kupikir aku hanya terlambat 30 menit.

Ku cari-cari dia di setiap sudut, sial! Aku tak menemukannya.

“Anyeong!, apa kau melihat kim tan?” Tanyaku pada security penjaga sekolah.

“Oh nyonya Kim anda terlambat lagi” ucapnya seraya tersenyum seperti mengejekku. Rasanya ingin ku tendang wajah orang ini dengan jurus Taekwondo-ku!

“ya aku tahu, jadi apa kau melihat kim tan?” Tanyaku lagi.

“Dia sudah pulang bersama seorang lelaki yang mengaku ayahnya” jawab security itu. What the hell!!! Dia bilang Ayahnya? Apa tidak salah? Tapi… tadi pagi yoona bilang ‘dia’ sudah pulang. Sial!!

“Oke, terimakasih atas informasinya. Anyeong” ujarku lalu dengan buru-buru ku menjalankan mobilku.

Sialan! Si brengsek itu menculik anakku!

Aku langsung merogoh ponselku dan mengubungi kim tan, untung saja tadi pagi aku mengijinkannya membawa handphone.

“Hallo, ibu?” Jawabnya di sebrang sana.
image
“sayang, Kau dimana?!” Tanyaku tanpa basa-basi.

“Di suatu tempat, ibu tak usah khawatir. Aku sedang bersama ayah”

“Oke, diaman tempat itu?”

“Ibu tak usah khawatir, nanti aku juga akan pulang. Ibu selesaikan saja pekerjaan ibu!”

sial! Anaku menutup telponnya, anak macam apa dia itu?!!

Oh aku ingat! Aku memasang GPS di ranselnya! Aku langsung mengaktifkan GPS di ponselku, dan mulai mencarinya.

Setelah memutari kota, akhirnya aku menemukan mereka. Mereka sedang duduk di bangku taman sambil memakan permen kapas. Tak bisa ku biarkan!! Aku bergegas menghampiri mereka.

“Hey kau berengsek! Penculik anak!” Ujarku padanya. Dia sedikit terkejut melihatku sudah berada di hadapannya.

“Ibu! Kau berucap kasar!” Seru anaku.

“Lama tak berjumpa, kim so eun” ujar ayah kim tan itu

“Kau! Berani menculik anaku!” Marahku.

“Kau lupa? Dia anaku juga” ujarnya seraya tersenyum. Senyuman maut yang mematikan. Wajahnya masih sama tampan seperti dulu, hanya saja dia terlihat lebih dewasa. Pantas saja sudah 5 tahun aku tak bertemu.

“Sialan kau!” Rutuku, lalu ku tarik kim tan dari sisinya.

“Ibu! Jangan bicara kasar pada ayah!” Marah kim tan, oh sungguh dia memihak pada ayahnya.

“Ayo kita pulang” ajaku menghiraukan perkataan kim tan.

“Ibu macam apa kau ini?, membiarkan ia menunggu lama di gerbang sekolah dan kau tahu? Dia merindukanku!” Ucap kim bum sukses membuatku terdiam.

“Dan kau! Ayah macam apa kau? Meninggalkan anaknya terlalu lama sampai ia merindukanmu begitu dalam?!” Balasku tajam.

“Heh? Kau lupa atau pura-pura lupa?” Seringainya membuatku kesal!

“Ayo kita pulang!” Ujarku mengajak kim tan pergi,tapi kim tan membantahku. Hell yeah!!

“Ibu kau tahu aku sangat merindukannya bukan? Tapi kenapa ibu melarangku untuk bertemu dengannya? Aku ingin bersama ayah hikss.. ” ucapnya sambil menangis.

“Kim tan…” aku sungguh tak tega melihatnya.
image
“Simpan ego mu untuk saat ini! Kau tahu? Kau menyakiti hatinya! Dan ibu macam apa kau melarang anak bertemu dengan ayahnya?, aku pikir kau bukan ibu yang baik.” Perkataannya sungguh menusuk hatiku, rasanya sesak sekali. Aku menundukan wajahku.

“Hey jagoan! Jangan menangis lagi! Jika kau menangis ayah akan membatalkan rencana kita ke wahana bermain, bagaimana?” Ujar kim bum.

“Aku tidak menangis, aku hanya kelilipan” anaku seorang pembohong yang bodoh.

“Jangan menjadi pembohong seperti ibumu oke?” Kim bum si brengsek!

“Ayo kita jalan!” Mereka berdua berjalan meninggalkanku, aku hanya diam.

Kim bum berbalik dan memandangku, “Kau tenang saja, aku bukan ayah yang akan menelantarkannya sendirian di wahana permainan, dan tak akan membiarkannya menunggu” ujarnya lalu melanjutkan langkahnya bersama kim tan. Aku menundukan wajahku, kaki ku terasa seperti jeli. Perlahan air mataku turun tak tertahan.

“Kenapa aku? Apa aku bukan ibu yang baik?” Aku terduduk di bangku taman sambil menangis.

********

Jam sudah menunjukan pukul 8 malam, aku menunggu resah gelisah di dalam rumah, menunggu kim tan pulang. Aku khawatir apa kim bum akan mengembalikan kim tan. Meskipun dia ayahnya, tapi aku tetap merasa khawatir.

Bel berbunyi aku langsung melesat menuju pintu depan dan membukanya.

“Kim tan..” aku langsung memeluk anakku, bersyukur kim bum mengembalikannya tanpa lecet sedikitpun!

“Ibu!” Aku melepaskan pelukannya.

“Aku tidak melukainya, kau tenang saja” ujar kim bum yang berdiri di belakang kim tan.

“Ibu aku lapar! Apa ibu sudah memasak?” Sialan! Jadi si berengsek itu tidak memberi kim tan makan?!!

“Kau tidak memberinya makan?!” Kesalku pada kim bum.

“Tenanglah. Kim tan menolakku mengajak makan malam di luar, dia ingin makan malam di rumah” ujar kim bum.

“Ibu, kau sudah memasak’kan?” Tanya kim tan.

“Ya, tentu saja. Ayo kita makan” ujarku.

“Apa kau ingin membiarkan-ku kepalaparan juga?” Ujar kim bum.

“Tidak, ayah! Kita akan makan malam bersama. Ayo!” Jawab kim tan memotong perkataan yang ingin ku ucapkan. Kim tan menarik kim bum masuk kedalam melewatiku yang mematung di pintu. Helll yeaah!!

Saat makan malam, aku duduk berhadapan dengan kim bum dan kim tan duduk di sampingku dan kim bum.

“Masakanmu lebih enak dari pada waktu itu” ujar kim bum di sela menikmati santapannya.
image

“Tentu saja! Kau pikir dulu masakanku tidak enak? Bukannya kau selalu memuji masakanku eh?” Sindirku.

“Ya, mungkin sudah lama aku tak menikmati masakanmu” ujarnya tenang.

“Masakan ibu memang selalu enak ayah, ibu kan pandai memasak!” Ucap kim tan sambil tersenyum, akhirnya anaku mengerti diriku..

“Ya, kau benar” kim bum tersenyum.

“Kenapa ayah baru pulang sekarang?” Tanya kim tan.
image
“Apa ibumu tidak menjelaskan alasannya?” Oh shit! Kim bum sialan!

“Ibu hanya bilang ayah sedang mengurusi perusahaan yang ada di jepang” jelas kim tan.

“Hanya itu yang ibumu katakan?” Tanya kim bum.

“Ya, begitulah. Ibu sangat pelit memberi informasi mengenai ayah!” Ujar kim tan, kenapa jujur sekali nak -_-

Kim bum menatapku tajam, ku balas dia dengan tatapan tajamku!

Kupikir perang dunia ke 3 akan segera di mulai.

“Benarkan kau memang selalu sibuk disana mengurusi perusahaanmu?” Tanyaku.

“Tidak juga, kau pura-pura lupa eh? Kau yang..”

“Ibu sudah selesai makan, cepatlah habiskan makananmu” ujarku pada kim tan memotong perkataan kim bum. perang dunia ke-3 tidak jadi di mulai.

“Iya bu” jawabnya.

*****

“Ayah kenapa buru-buru pulang?, padahal aku masih ingin bermain bersama ayah” sedih kimtan.

“Ini sudah malam sayang, kau tak ingin terjadi sesuatu di jalan ketika ayah pulangkan?” Ujarku sebelum kim bum mengeluarkan suaranya.

“Tapi ayah bisa menginap di rumah kita kan bu?” Mohon anaku.

“Tidak sayang, ayahmu masih banyak pekerjaan di rumah” kusunggingkan senyum buatanku pada kim bum.

“Hmmm..tidak juga, mungkin besok kita akan bertemu lagi” ujar kim bum pada kim tan.

“Janji?”

“Ya, aku berjanji” ujar kim bum sambil tersenyum lalu berlalu pergi.

*****

“Ibu, kenapa kau tidak rujuk lagi bersama ayah?” Tanya kim tan saat kami menonton tv.
image
“kau mengerti apa soal itu hmm??” Jawabku. Pertanyaan yang aku tahu akan terjadi.

“Aku tahu ibu!, aku ingin tinggal dengan seorang Ayah dan ibu” ujar kim tan.

“Teman-temanku saat mengambil rapor.. mereka selalu di temani ayah dan ibu mereka, dan ketika berlibur mereka selalu menunjukan foto berlibur keluarga mereka. Aku punya ibu dan punya ayah juga, Tapi.. kenapa aku tidak bisa seperti itu? ” ohhh anaku, ku tahu rasa sakit itu. Sejujurnya Aku sungguh tidak tega melihat kim tan selalu merasa iri pada teman-temanya.

Tapi inilah jalanku, aku ingin mengurus ia sendiri. Aku memang egois, aku memutuskan bercerai dengan kim bum saat kim tan masih berumur 6 bulan dan aku mendapat hak asuh anaku. Kupikir aku bisa membesarkannya sendiri tanpa kesedihan, tapi ia sangat merindukan ayahnya.

“Kenapa ibu?” Ucapannya menyadarkanmu dari lamunanku.

“Ibu tidak tahu..” hanya itu yang bisa kuucapkan.

*****

Pagi harinya..

Tetangga sialan itu datang pagi-pagi sekali dan menitipkan jesu bersamaku, ia berkata ia akan pergi ke luar kota. Dia pikir rumahku tempat penitipan anak?!

“Hey! Kau tahu? Ayahku sudah pulang!” Ujar kim tan pada je su ketika kami sarapan pagi.

“Benarkah? Lalu dimana dia sekarang?” Tanya jesu.

“Ayahku tidak tinggal serumah, tapi mungkin nanti kami akan tinggal bersama” jawab kim tan, kurasa tidak mungkin.

“Ibu dan ayahku tinggal bersama, tapi mereka selalu bepergian. Sungguh menyebalkan!” Rutuk je su. Oh malang sekali nasib mu nak :3

“Baiklah anak-anak, ayo kita segera berangkat! Kau tak ingin terjebak macet seperti kemarin kan?” Ujarku lalu bergegas mengambil kunci mobil, lalu mengikuti mereka keluar dari rumah. Saat membuka pintu aku benar-benar terkejut melihat si brengsek itu sudah berdiri menyandar di mobilnya, sialan itu sungguh terlihat keren! Mobil Audi A8 hitam.. itu kan mobil impianku..

“Kau!” Gumamku

“Ayah!!” Kim tan menghampiri kim bum. Aku dan je su mengikuti dari belakang.

“Ini ayahku!” Ucap kim tan dengan riang pada je su.

“Hmm tampan juga” aku jesu.

“Tentu saja seperti aku” kim tan tersenyum angkuh, Sifat sombongnya seperti kim bum!

“Kenapa pagi-pagi kau sudah mau meneror rumahku?” Ujarku. Dari dekat mobilnya sangat keren dan berkilat, ohhh rasanya ingin ku rampok mobil keren ini.

“Pagi nyonya kim, pagi-pagi kau sudah galak” ujarnya tersenyum, Sialan!

“Jadi apa maksudmu datang kemari?” Tanyaku.

“Tentu saja mengantar kalian” jawabnya.

“Benarkah?” Tanya kim tan senang.

“Ya tentu saja” jawab kimbum

“Tidak! Ibu yang akan mengantar kalian” potongku.

“Ibu! Ayah sudah datang kemari, oh ayolah bu!” Rengek kim tan.

“Hubungan kalian sungguh aneh! Apa kalian benar-benar ayah dan ibu kim tan?” Tiba-tiba jesu bertanya dengan pertanyaan konyolnya.

“Siapa dia?” Tanya kim bum.

“Anakku” jawabku singkat. Kim bum nampak terkejut, kekekekek kena kau!

“Benarkah?” Ragu kim bum, apa dia kecewa.

“Ya..”

“ibuku masih nyonya Park, dan itu tidak akan berubah menjadi nyonya Kim!” ujar jesu. Sial!

“Penipu yang bagus, ayo kita berangkat!” Ajak kim bum. Mau tak mau aku menuruti keinginan kim tan.

“Ayah, pulang sekolah nanti kau akan menjemputku’kan?” Tanya kim tan di perjalanan. aku duduk di depan, kim tan dan jesu di belakang.

“Aku masih mampu menjemputmu nak” ujarku.

“Ya, akan aku usahakan” ujar kim bum tersenyum, mengabaikan perkataanku.

“Aku masih bisa menjemputnya, jadi Kau tak usah repot-repot menjemputnya” ucapku.

“Membiarkan ia menunggu lama bukan hal yang bagus nyonya kim, dan lagi bukannya kau tak memakai mobil mu hmm?” Errr Aku melupakan itu!

“Sial!” Umpatku pelan.

“Tuan kim, Mengemudimu lebih bagus dari nyonya kim” ujar je su tiba-tiba.

“Eh?” Aku bingung.

“Ini seperti berada di dalam mobil sungguhan, biasanya seperti berada di dalam mobil siput” anak sialan kau! Kalau dia bukan anak tetanggaku sudah ku buang je su di jalan!

“Heh” kim bum tersenyum mengejekku. Oh tak seperti kemarin, hari ini aku di bully oleh 3 orang lelaki sialan! Ya memang ku akui ia mengendarai mobilnya dengan cepat.

“Sudah sampai, berhati-hatilah di sekolah” ujar kim bum.

“Ya ayah, kau juga!” Ucap kim tan, lalu dengan tiba-tiba ia mencium pipi kim bum. WHAT THE HELL!! Rasanya aku ingin menceburkan diri ke sungai han *_*

“Ayah ibu aku pergi! Bye!” Mereka bergegas pergi meninggalkan aku berdua bersama kim bum. Rasanya aku ingin menangis darah, aku selalu mencium pipi kim tan dan ia selalu marah akan hal itu, apalagi jika aku mencium di depan teman-temannya. Dan sekarang… dengan semangatnya ia mencium pipi kim bum. Hiks…ya tuhan apa salahku ini?

“Sepertinya kim tan jarang menciummu eh?” Tanya kim bum. Aku mengepalkan tangangku, sungguh aku ingin menendang nya keluar!

“Cepatlah jalan! Aku akan terlambat!” Acuhku, ia hanya menyeringai.

“Kau tahu tempat kerjaku?” Tanyaku memecah keheningan.

“Ya, masih sama seperti dulu’kan?” ujarnya.

“hmm” balasku.

“Apa kau selalu gunakan uang yang ku kirim untuk kebutuhan kim tan?” Tanya kim bum beralih topik.

“Aku menyimpannya” jawabku.

“Sudah kuduga, kau memang keras kepala!” Kesalnya.

“Aku masih mampu untuk membiayai hidup ku dan kim tan, jadi kau tak usah khawatir!, nanti akan ku kirim lagi semua uangmu yang pernah kau kirim. Dan akan kupastikan jumlahnya tidak berkurang sepeserpun!” Ujarku. Ia langsung menatapku tak suka atau mungkin marah.
image
“Dia tanggung jawabku juga!” Suaranya terdengar serius.

“Ya.. Aku tahu” aku diam sejenak

“Kau! Sangat keras kepala dan egois!” Desahnya. Ia nampak frustasi.

Sudah sampai di “TM COLLECTION”

“Baiklah, terimakasih atas tumpangannya! Berkat mobil sialanmu pulang nanti aku akan berjalan kaki atau mungkin menggunakan taxi” ujarku

“Aku akan menjemputmu” ujarnya.

“Dan kuharap nanti kau cek rekening mu, aku akan kembalikan semua uangmu!” Ucapku sebelum keluar dari mobilnya.

Tapp!!

Tangannya menahan lenganku.

“Kau!” Kesalku.

“berani kau kembalikan uangku, aku tak akan mengembalikan kim tan padamu!” Oh shit dia mengancam!

“Berani kau mengambilnya, aku akan membunuhmu!” Ancamku, meskipun tak yakin, karena aku takut jeruji besi.

“Ya, lakukanlah” ucapnya dengan seringainya itu.

“Mendengarkan bualanmu membuatku terlambat!” Ujarku lalu ku lepaskan paksa lenganku dari cengkramannya. Dengan kesal berjalan memasuki gedung.

“Wajahmu kusut begitu?, apa kau lupa menyetrikanya eoh?” Oh yoona!

“Hentikan candaanmu yoona! Aku sedang kesal!” Geramku.

“Baiklah, apa penyebabnya?” Tanyanya.

“Ayah kim tan” ujarku.

“Kau sudah bertemu dengannya eoh?”

“Ya, anaku jadi berpihak padanya”

“Oh ayolah, itu pantas terjadi! Dia’kan sangat merindukan ayahnya. Dan kau selalu menyangkal memberi informasi tentang ayahnya!”

“Ya, aku tahu ini akan terjadi”

*****

16.15

Huhh rasanya lelah sekali, aku harus segera menjemput kim tan sebelum kim bum sialan itu mendahuluiku!

Aku bergegas keluar dan aku baru menyadari sesuatu, shit! Tadi pagi aku kan di antar si berengsek itu! baiklah menggunakan taxi tak akan membunuhku kan?

“Ibu!!” Teriak seseorang yang ternyata anaku, dan tentunya bersama ayahnya.

“Oh sayang, kau sudah pulang?, tadinya ibu akan menjemputmu!” Ujarku sambil mencium pipinya.

“Jika kau yang menjemputnya kurasa dia akan terlambat lagi” racau kim bum.

“Ya aku tahu, dan itu gara-gara mobil sialanmu!” Kesalku.

“Ayo ibu kita pulang!” Ajak kim tan.

Mau tak mau aku mengikuti kim tan menuju mobil keren itu.

“Apa kau lapar?” Tanya kim bum ketika di perjalanan.

“Ya, aku sangat lapar” jawab anaku.

“Kalau begitu kita makan di luar, kau juga belum memasak’kan?” Usul kim bum.

“Ya, nanti aku akan memasak” jawabku ketus.

“Ibu aku ingin makan di luar?!”

“Oke, terserah kalian saja” aku mengalah ‘lagi’.

*****

‘La Rotelle da Italia Cafe’ hmmm Dia masih ingat Restoran Italia favorite-ku. Berbagai macam makanan itali tersaji di hadapanku, pasta spageti favoritku! Kim bum dan kim tan memesan lasagna, mereka memiliki persamaan makanan favorit. Dan ada Tiramisu sebagai makanan penutup kami.

“Ayah, kau tak akan kembali ke jepang lagi kan?” Tanya kim tan di sela makannya.

“Hmm.. mungkin tidak” jawab kim bum.

“Jangan tinggalkan aku lagi ya?” Oh kim tan memelas.
image
“Tidak akan” kim bum tersenyum kearah kim tan, kurasa itu senyuman tulusnya.

“Ku harap ayah dan ibu akan bersama lagi, seperti keluarga pada umumnya”

Uhuk uhuk… aku butuh air!

“Ibu!” Kim tan memberiku air putih.

“Kenapa ibu?, ibu tidak apa-apa? Wajah ibu merah!” Kim tan nampak khawatir.

“Tidak apa-apa ibu baik-baik saja, hanya tersedak pasta” yakinku.

“Berkeluarga lagi ya?” Kim bum bergumam, sial! Ia membahas pertanyaan kim tan tadi.

“Ya, ayah. Aku sangat ingin kalian bersama lagi”

“Akan ku usahakan” kim bum tersenyum simpul. Aku hanya mengerutkan keningku, apa maksudnya itu?!

*****

Sepulang makan malam kim tan tertidur di pangkuanku, kim bum fokus menyetir. Tak ada pembicaraan diantara kami. Sampai akhirnya mobil berhenti di depan rumah. Kim bun bergegas keluar dan membukakan pintu.

“Biar aku yang menggendongnya” pinta kim bum.

“Tidak usah, aku bisa sendiri” tolak-ku.

“Aku ayahnya, tolong jangan larang apapun yang aku lakukan pada anak-ku!” Suara kim bum berubah serius, ia mengambil alih gendongan dan menggendongnya menuju rumahku. baiklah aku tak bisa menolak.

“Dimana kamarnya?” Tanya kim bum.

“Di lantai atas, ikuti aku” kim bum mengikutiku dari belakang.

Ia merebahkan kim tan di ranjangnya sebelum berdiri ia mencium kening kim tan. Ada suatu perasaan aneh yang menyelimutiku.
image
Ia berbegas keluar, kemudian berdiri di hadapanku.

“Terimakasih” ujarku.

“Untuk?” Tanya kim bum.

“Untuk semua yang kau laukan hari ini”

“Hmm.. yeah. Itu bukan apa-apa”

Kurasa atmosfer di antara kami mulai berubah, kim bum menatapku intens. Oh sial! Tatapan itu, bisa membuat siapa saja meleleh. Glekk aku menelan ludah ku dengan berat.

“Selama 5 tahun ini, apa perasaanmu sudah berubah?” Pertanyaan yang sungguh sulit ku jawab, oh tuhan tolong aku.

“Kau pikir bagaimana?” Jawabku.

“Aku bukan edward cullen yang bisa membaca pikiran orang kim so eun” ujarnya.

“Hmmm..”

“Apa hatimu sudah terisi orang lain?” Tanya nya.

“Ya, aku punya.” Jawabku.

“Siapa?” Apa dia benar-benar ingin tahu? Aku hanya diam tak buru-buru menjawab.

“Seseorang yang sangat aku cintai, selalu ada untuku dan selalu menghiburku” ujarku sambil tersenyum.

“Siapa?” Ulangnya serius, apa ia kecewa?

“Kim Tan, anaku” aku mengakui itu.

Kim bum hanya diam, apa dia senang dengan jawabanku? Seharusnya aku menjawab Rony, Tapi tidak lucu jika ia tahu Rony itu nama anjing tetangga sebelahku!

Perlahan dia mendekatiku, oh apa yang akan terjadi? Dia terus mendekatiku sampai tangannya menggenggam lenganku. Glekk.. lagi-lagi ku telan ludahku dengan sangat sulit.

“Dan bagaimana perasaanmu terhadapku?” Tanyanya begitu dekat denganku.

“Kau tahu.. jika seorang wanita benar-benar jatuh cinta, ia tak akan mudah melupakan cinta itu..” apa yang aku ucapkan?!

Chup…

Dengan tiba-tiba bibirnya menempel di bibirku, rasanya darahku berdesir. Perasaan ini…?

Kim bum mulai melumat bibirku, lembut dan hangat. Meskipun bibirnya terus melumat bibirku aku tak membalasnya.

“Akh! Hentikan!” Dengan tiba-tiba aku mendorongnya menjauh.

“Ini salah!” Ujarku. Emosi mulai menguasaiku.

“Bad kisser!” Ujarnya.

“Sialan kau!” Rutukku

“Ada yang salah? Bukannya perasaanmu tidak berubah?” Tanyanya.

“Aku membencimu! Kau berengsek!” Kesalku, lalu pergi meninggalkan kim bum sendiri.

Apa yang harus aku lakukan?

~TBC~

Yoshhhhhh akhirnya part 1 kelar juga, ceritanya gaje ya? Udah lama gk buat ff muehhehehe. Tadinya author pengen buat OS tapi sepertinya akan terlalu panjang jadi di bagi jadi 2 chapter😉 next chapter udah author buat, tinggal di post ,mungkin besok.

Oke deh tinggalkan komentar kalian untuk membangkitkan semangat author menulis ff!

Apapun komentar kalian, author sangat menghargai itu🙂

See you in next chapter! *kabur meluk kim bum*

56 thoughts on “I want a Family Part 1/2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s